Pengaruh Buah Merah (Pandanus Conoideus Lam) Asal Sorong Papua Barat Terhadap Antihiperglikemia Pada Mencit (Mus Musculus)

Pengaruh Buah Merah (Pandanus Conoideus Lam) Asal Sorong Papua Barat Terhadap Antihiperglikemia Pada Mencit (Mus Musculus)

  • Levina Virginia Hermawan Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong
  • Syahrul H Fabanyo Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong
  • Mahmud Sulthon Khoiruzaman Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong
  • Waode Nurwahida Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong
  • Windi Nur Fadilah Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong
  • Irwandi Irwandi Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong
Keywords: Buah Merah (Pandanus Conideus Lam), Diabetes Melitus,Papua

Abstract

Berada di bagian Timur Indonesia, Papua adalah provinsi yang sangat menarik untuk dieksplor. Tak hanya tempat wisata dan budayanya saja, tumbuhan langka di Papua juga sangat menarik untuk di kenali satu persatu, salah satunya Kuansu. Kuansu merupakan sebutan untuk buah merah di bagian Papua, namun dibagian Papua Nugini Namanya Marita. Tanaman buah merah (Pandanus Conoideus Lam), termasuk tanaman keluarga pandan-pandanan dengan pohon menyerupai pandan berbentuk semak perdu atau pohon (Stone 1992 dan Heywood 1993 dalam Margaretha Kere dkk 2021). Buah merah ini, oleh masyarakat lokal Papua dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan obat tradisional yang bisa mengobati penyakit degeneratif salah satunya diabetes melitus. Diabetes melitus adalah gangguan kesehatan yang berupa kumpulan gejala yang disebabkan oleh peningkatan kadar gula darah (glukosa) akibat kekurangan atau pun resistensi insulin. Menurut (Castika & Melati, 2019) diabetes melitus juga merupakan suatu penyakit yang termasuk ke dalam kelompok penyakit metabolis, di mana karakteristik utamanya yaitu tingginya kadar glukosa dalam darah. Hal ini ditandai oleh hiperglikemia kronis beserta dengan gangguan metabolism lemak, karbohidrat, dan protein yang didapatkan dari efek sekresi insulin. Hiperglikemia merupakan keadaan dimana kandungan glukosa di dalam darah terindikasi berlebih (Melati Indah Sapitri, 2021). International Diabetes Federation (IDF) menerangkan pada tahun 2019 Indonesia menempati peringkat ketujuh di dunia dengan 10,7 juta jiwa pengidap diabetes. Dari sekian banyak pengidap diabetes, sekitar 2,5% dari keseluruhan pengidap baru menyadari bahwa dirinya menderita diabetes. Penyakit yang ditandai dengan hiperglikemia kronis ini menyebabkan rusaknya jaringan karena sel endotel (juga sel mesangial dan Schwann ginjal) dan juga sel lainnya yang tidak dapat membatasi transport glukosa. Kerusakan akibat gangguan proses metabolisme ini sering dihubungkan dengan perubahan fungsi yang permanen dan ireversibel dari suatu sel, terutama yang berhubungan dengan sistem vaskular yang mengarah pada gangguan klinis pada mata, ginjal dan sistem saraf. Sehingga, dari permasalahan tersebut kami akan membuat ekstrak buah merah Papua (Pandanus Conoideus Lam) yang akan dibuat dalam sediaan suspensi untuk membantu menurunkan resiko dari diabetes ini.

Kata kunci: Buah Merah (Pandanus Conideus Lam), Diabetes Melitus,Papua

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2023-07-21